http://mitoyono.blogspot.com/

Halaman

Jumat, 31 Desember 2010

MAKALAH METODE PENELITIAN BAB VI TEKNIK PENGAMBILAN DATA PENELITIAN


BAB VI
TEKNIK PENGAMBILAN DATA PENELITIAN

DATA PENELITIAN
  1. Kuantitatif menunjukkan jumlah atau banyaknya sesuatu
  2. Kualitatif merupakan data yang dikategorisasi tetapi tidak dapat dikuantitatifkan

    Definisi Istilah
Ada beberapa istilah yang berkaitan erat dengan cara pengambilan data penelitian  Diantaranya yaitu: 
a.      Populasi: populasi didefinisikan sebagai seperangkat unit analisa yang lengkap yang sedang diteliti.
b.      Elemen: elemen adalah unit dari mana data yang diperlukan dikumpulkan. Suatu elemen dapat dianalogikan dengan unit analisa. Suatu unit analisa dapat menunjukkan pada suatu organisasi, obyek, benda mati atau individu-individu.
c.       Sampel: sample merupakan sub dari seperangkat elemen yang dipilih untuk dipelajari.
d.      Subyek: adalah anggota dari sample
e.       Unit Sampling: unit sampling adalah elemen elemen yang berbeda / tidak tumpang tindih dari suatu populasi.  Suatu unit sampling dapat berupa suatu elemen individu atau seperangkat elemen.
f.        Kerangka Sampling: kerangka sampling merupakan representasi fisik obyek, individu, atau kelompok yang penting bagi pengembangan sample akhir yang dipelajari dan merupakan daftar sesungguhnya unit-unit sampling pada berbagai tahap dalam prosedur seleksi.
g.      Parameter dan Statistik: parameter berkaitan dengan gambaran singkat suatu variable yang dipilih dalam suatu populasi; sedang statistik adalah gambaran singkat dari variable yang dipilih dalam sample.
h.      Kesalahan Pengambilan Sampel: kesalahan pengambilan sample berkaitan dengan kesalahan prosedural dalam mengambil sample dan ketidak-tepatan dalam hubungannya dengan penggunaan statistik dalam mengestimasi parameter.
i.        Efisiensi Statistik dan Sampel: efisiensi statistik merupakan ukuran dalam membandingkan antara desain-desain sample dengan ukuran sample yang sama yang menilai desain yang mana yang dapat menghasilkan tingkat kesalahan standar estimasi yang lebih kecil. Efisiensi sample menunjuk pada suatu karakteristik dalam pengambilan sample yang menekankan adanya ketepatan tinggi dan biaya rendah per unit untuk mendapatkan setiap unit presisi yang tetap.
j.        Perencanaan Sampling: perencanaan sampling adalah spesifikasi formal metode dn prosedur yang akan digunakan untuk mengidentifikasi sample yang dipilih untuk tujuan studi.

CARA PENELITIAN:
Penelitian Sensus adalah pelelitian yang meneliti seluruh elemen dari populasi
Penelitian sampel adalah penelitian yang hanya meneliti sebagian dari elemen-elemen pupulasi
Anggota sampel adalah subyek
Alasan penelitian sample:
1.        Jika jumlah elemen populasi sangat banyak
2.        Kualitas data penelitian sample sering lebih baik dari penelitian sensus
3.        Proses penelitian lebih cepat dan relative lebih murah
4.        Dilakukan terutama pada penelitian yang bersifat merusak
Alasan Sensus
      Penelitian sensus dilakukan jika elemen-elemen populasi relatif sedikit dan variabilitas setiap elemen relatif tinggi (heterogen).
KRITERIA PEMILIHAN SAMPLE
Akurasi
Akurasi menunjuk pada sejauh mana statistik sampel dapat mengestimasi parameter populasi dengan tepat.  Akurasi berkaitan dengan tingkat keyakinan (confidence level).  Semakin akurat suatu sample semakin tinggi tingkat keyakinan statistic sample  mengestimasi parameter populasinya dengan tepat. 
Contoh: Confidence level 95% berarti akurasi statistic sample dapat mengestimasi parameter populasinya dengan benar adalah 95% dan probabilitas bahwa estimasi hasil penelitian tidak benar adalah 5 % yang dinyatakan dengan tingkat signifikansi (significance level) sebesar 0,05 (p 0,05)

Presisi
Sampel yang presisi adalah sejauh mana hasil penelitian berdasarkan sampel dapat merefleksikan realitas populasinya dengan teliti.  Presisi menunjukkan tingkat ketepatan hasil penelitian berdasarkan sample menggambarkan karakteristik populasinya yang sering dinyatakan dengan interval keyakinan dari sampel yang dipilih.

PROSES PENGAMBILAN SAMPEL
Proses pengambilan sample merupakan cara-cara kita dalam memilih sample untuk studi tertentu. Proses terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut:
a.      Tahap 1: Memilih Populasi
Proses awal ialah menentukan poplasi yang menarik untuk dipelajari. Suatu populasi yang baik ialah menckup rancangan eksplisit semua elemen yang terlibat; biasanya meliputi empat komponen, yaitu: elemen, unit sampling, keluasan skop dan waktu. Populasi: mahasiswa indonesia
b.      Tahap 2: Memilih Unit-Unit Sampling
      Unit-unit sampling adalah unit analisa dari mana sample diambil atau berasal. Karena kompleksitas penelitian dan banyaknya desain sample, maka pemilihan unit-unit sampling harus dilakukan dengan  seksama.
c.       Tahap 3: Memilih Kerangka Sampling
      Pemilihan kerangka sampling merupakan tahap yang penting karena jika kerangka sampling yang dipilih secara memadai tidak mewakili populasi, maka generalisasi hasil penelitian meragukan. Kerangka sampling dapat berupa daftar nama mahasiswa aktif di UMY
d.      Tahap 4: Memilih Desain Sampel
      Desain sample merupakan tipe metode atau pendekatan yang digunakan untuk memilih unit-unit analisa studi. Desain sample sebaiknya dipilih sesuai dengan tujuan penelitian.
e.       Tahap 5: Memilih Ukuran Sampel
      Ukuran sample tergantung beberapa factor yang mempengaruhi diantaranya ialah:
·         Homogenitas unit-unit sample: secara umum semakin mirip unit-unit sampel; dalam suatu populasi semakin kecil sample yang dibutuhkan untuk memperkirakan parameter-parameter populasi.
·         Kepercayaan: kepercayaan mengacu pada suatu tingkatan tertentu dimana peneliti ingin merasa yakin bahwa yang bersangkutan memperkirakan secara nyata parameter populasi yang benar. Semakin tinggi tingkat kepercayaan yang diingnkan, maka semakin besar ukuran sample yang diperlukan.
·         Presisi: presisi mengacu pada ukuran kesalahan standar estimasi. Unutk mendapatkan presisi yang besar dibutuhkan ukuran sampel yang besar pula.
·         Kekuatan  Statsitik: istilah ini mengacu pada adanya kemampuan mendeteksi perbedaan  dalam situasi pengujian hipotesis. Untuk mendpatkan kekuatan yang tinggi, peneliti memerlukan sample yang besar.
·         Prosedur Analisa: tipe prosedur analisa yang  dipilih untuk analisa data dapat juga mempengaruhi seleksi ukuran sample.
·         Biaya, Waktu dan Personil: Pemilihan ukuran sample juga harus memeprtimbangkan biaya, waktu dan personil. Sample besar akan menuntut biaya besar, waktu banyak dan personil besar juga.
f.        Memilih Rancangan Sampling: Rancangan sampling menentukan prosedur operasional dan metode untuk mendpatkan sample yang diinginkan. Jika dirancang dengan baik, rancangan sampling akan menuntun peneliti dalam memilih sample yang digunakan dalam studi, sehngga  kesalahan yang akan muncul dapat ditekan sekecil mungkin.
g.      Tahap Akhir : Memilih Sample ialah penentuan sample untuk digunakan pada proses penelitian berikutnya, yaitu koleksi data.

Desain Sampel
      Secara garis besar ad dua desin sample utama, yaitu Desain Probabilitas dan Desain Non-Probabilitas. Masing-masing kategor mempunyai sub-sub kategori yang lebih kecil. Dalam pembahasan ini, kita akan mulai dengan desain probabilitas.
  1. Pengambilan Sampel Secara Random Sederhana (Simple Random Sampling)
Cara pengambilan sample dengan teknik ini ialah dengan memberikan suatu nomor yang berbeda kepada setiap anggota populasi, kemudian memilih sample dengan menggunakan angka-angka random.
      Keuntungan menggunakan teknik ini ialah peneliti tidak membutuhkan pengetahuan tentang populasi sebelumnya; bebas dari kesalahan-kesalahan klasifikasi yang kemungkinan dapat terjadi; dan dengan mudah data dianalisa serta kesalahan-kesalahan dapat dihitung Kelemahan dalam teknik ini ialah: peneliti tidak dapat memanfaatkan pengetahuan yang dipunyainya tentang populasi dan tingkat kesalahan dalam penentuan ukuran sample lebih besar.
  1. Pengambilan Sampel Secara Random Sistematis (Systematic Random Sampling)
Teknik ini merupakan pengembangan teknik sebelumnya hanya bedanya teknik ini menggunakan urut-urutan alami. Caranya ialah pilih secara random dimulai dari antara angka 1 dan integer yang teredekat terhadap ratio sampling (N/n); kemudian pilih item-item dengan interval dari integer yang terdekat teradap ratio sampling.
Keuntungan menggunakan sample ini ialah peneliti menyederhanakan proses penarikan sample dan mudah di cek; dan menekan keaneka-ragaman sample.
Kerugiannya ialah apabila interval berhubungan dengan pengurutan periodic suatu populasi, maka akan terjadi keaneka-ragaman sample.
  1. Pengambilan Sampel Secara Random Bertahap (Random Multistage)
Desain ini merupakan variasi dari desain di atas tetapi lebih kompleks. Caranya ialah dengan menggunakan bentuk sample acak dengan sedikit-dikitnya dua tahap.
Keuntungannya ialah daftar sample,identifikasi, dan penomoran yang dibutuhkan hanya untuk para anggota dari unit sampling yang dipilih dalam sample. Jika unit sampling didefinisikan secara geografis akan lebih menghemat biayanya.
Kelemahannnya ialah tingkat kesalahan akan menjadi tinggi apabila jumlah sampling unit yang dipilih menurun.
d.     Teknik Pengambilan Sampel Secara Random Bertingkat (Stratified Random Sampling)
û  Proporsional
      Cara pengambilan sample dilakukan dengan menyeleksi setiap unit sampling yang sesuai dengan ukuran unit sampling. Keuntungannya ialah asepk representatifnya lebih meyakinkan sesuai dengan sifat-sifat ynag membentuk dasar unit-unit  yang mengklasifikasinya, sehingga mengurangi keanekaragamannya. Karakteristik-karakeristik masing-masing strata dapat diestimasikan sehingga dapat dibuat perbandingan. Kerugiannya ialah membutuhka informasi yang akurat pada proporsi populasi untuk masing-masing strata. Jika hal tersebut diabaikan maka kesalahan akan muncul.
û   Disporposional
      Strategi pengambilan sample sama dengan proporsional. Peberbedaanya ialah terletak pada ukuran sample yang tidak proporsional terhadap ukuran unit sampling karena untuk kepentingan pertimbangan analisa dan kesesuaian.
e.      Teknik Pengambilan Sample  Cluster
      Strategi pengambilan sample dilakukan dengan cara memilih unit-unit sampling dengan menggunakan formulir tertentu sampling acak, unit-unit akhir ialah kelompok-kelompok tertentu, pilih kelompok-kelompok tertsebut secara random dan hitung masing-masing  kelompok.
      Keuntungan menggunakan teknik ini ialah jika kluster-kluster didasarkan pada perbedaan geografis maka biaya penelitiannya menjadi lebih murah. Karakteristik kluster dan populasi dapat diestimasi.
      Kelemahannya ialah membutuhkan kemampuan untuk membedakan masing-masing anggota populasi secara unik terhadap kluster, yang akan menyebabkan kemungkinan adanya duplikasi atau penghilangan individu-individu tertentu.
f.        Repetisi: Mulitple atau Sequensial (berurutan)
      Dua sample atau lebih dari kluster di atas (F) diambil dengan menggunakan hasil-hasil dari sample yang lebih dahulu untuk merancang sample-sampel berikutnya. Keuntungan menggunakan teknik ini ialah memberikan estimasi karakteristik populasi ynag memfasilitasi perancangan yang efisien untuk sample-sampel berikutnya. Kelemahan teknik ini ialah penghitungan dn analisa akan dilakukan berulang-ulang. Sampling berurutan hanya dapat digunakan jika suatu sample yang kecil dapat mencerminkan populasinya.
g.      Desain Non Probabilitas
û  Penilaian (judgment):
      memilih sample dari suatu populasi didasarkan pada informasi yang tersedia, sehingga keterwakilannya terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan. Keuntungannya ialah unit-unit yang terakhir dipilih dapat dipilih sehingga mereka mempunyai banayak kemiripan. Kerugiannya ialah memunculkan keanekargaman dan bias estimasi terhadap populasi dan sample yang dipilihnya.
û   Kesesuaian (Convenience):
      Memilih unit-unit analisa dengan cara yang dianggap sesuai oleh peneliti. Keuntungannya ialah dapat dilakukan dengan cepat dan murah. Kelemahannya ialah mengandung sejumlah kesalahan sistematik dan varaibel-variabel yang tidak diketahui
û  Teknik Bola Salju (Snowball)
      Memilih unit-unit yang mempunyai karakterisitik langka dan unit-unit tambahan yang ditunjukkan oleh responden sebelumnya. Keuntungannya ialah hanya digunakan dalam situasi-situasi tertentu. Kelemahannya ialah keterwakilan dari karakteristik langka dapat tidak terlihat di sample yang sudah dipilih.
h.      Teknik Pengambilan Sample Kluster Bertsrata (Stratified Cluster)
      Cara menyeleksi sample dengan cara memilih kluster-kluster secara random untuk setiap unit sampling.  Keuntungannya ialah mengurangi keaneka-ragaman sampling kluster sederhana. Kelemahnnya ialah karakteristik-karaketristik kluster bisa berubah sehingga keuntungnnya dapat hilang karena itu tidak dapat dipakai untuk penelitiannya berikutnya.
KESALAHAN STATISTIK
Ada dua factor penyebab kesalahan statistic terjadi yaitu:
1.        Kesalahan Pemilihan sample (Sampling error)
a.        Kesalahan rerangka sample
      Kemungkinan rerangka sample belum memuat data terbaru atau memuat data lama yang sudah tidak valid
b.        Kesalahan unit sample
      Kesalahan dalam penentuan unit sample yang mungkin kurang mewakili karakteristik populasinya.
c.         Kesalahan pemilihan sample secara acak
      Kemungkinan kesalahan yang terjadi karena adanya variasi dalam pemilihan subyek sample secara acak
2.        Kesalahan sistematis
      Keslahan yang terjadi karena factor-faktor diluar proses pemilihan sample
a.        Kesalahan responden
b.        Nonresponse bias
c.         Respons bias
d.        kesalahan administrative
e.         Kesalahan pemrosesan data
f.          Kesalahan pewawancara/kecurangan pewawancara

0 komentar:

Posting Komentar



 
Cheap Web Hosting | Top Web Hosts | Great HTML Templates from easytemplates.com.