http://mitoyono.blogspot.com/

Laman

Jumat, 31 Desember 2010

MAKALAH METODE PENELITIAN BAB V DESAIN PENELITIAN


BAB V
DESAIN PENELITIAN

Dalam memebuat perencanaan penelitian, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu:


1.        TUJUAN PENELITIAN

a.  Studi Eksplorasi atau studi penjajakan
      Dilakukan jika peneliti memiliki keterbatasan informasi mengenai masalah penelitian tertentu, karena penelitian-penelitian sebelumnya yang meneliti masalah tersebut relatif belum banyakdilakukan oleh peneliti yang lain. 
      Tujuan studi eksplorasi diantara adalah:
¨      Melakukan diagnosa terhadap fenomena tertentu
¨      Mengidentifikasi alternatif-alternatif
¨      Menemukan ide-ide baru

Studi eksplorasi dapat dikelompokkkan ke dalam empat kategori:
¨      Survei pengalaman
¨      Analisis data sekunder
¨      Metode studi kasus
¨      Uji coba (pilot study)

b.  Studi deskriptif
Dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena yang dimati.  Studi ini membantu peneliti untuk menjelaskan karakteristik subjek yang diteliti, mengkaji berbagai aspek dalam fenomena tertentu dan menawarkan ide masalah untuk pengujian atau penelitian selanjutnya.

c.  Studi pengujian hipotesis
      Studi pengujian hipotesis merupakan studi yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel.

2.        TIPE HUBUNGAN ANTAR VARIABEL

a.  Korelasional
      Hubungan atau asosiasi antar variabel yang satu dengan variabel yang lainnya yang bukan merupakan hubungan sebab akibat.
  1. Sebab akibat
      Hubungan yang menyatakan  bahwa variabel dependen dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen

3.        LINGKUNGAN STUDI

a.           Studi lapangan
      Merupakan tipe penelitian yang menguji hubungan korelasional antar variabel dengan kondisi lingkungan penelitian yang natural dan tingkat keterlibatan penelitian yang minimal.
b.          Eksperimen lapangan
      Merupakan tipe penelitian eksperimen yang dilakukan pada lingkungan yang alamiah .
  1.  Eksperimen laboratorium
      Merupakan tipe penelitian yang menguji hubungan sebab akibat pada lingkungan buatan (artifisial)

4.        UNIT ANALISIS

      Unit analisis ditentukan berdasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan penelitian, merupakan elemen yang penting dalam desain penelitian karena mempengaruhi proses pemilihan, pengumpulan dan analisis data.  Unit analisis bisa diklasifikasi sebagai berikut: unit analisis tingkat individual, tingkat kelompok dan tingkat organisasional

5.        HORISON WAKTU

Berdasarkan waktu, data penelitian bisa diklasifikasikan sebagai berikut:
a.   Studi satu tahap (one shot study)
   Penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan satu tahap sekaligus
       Studi Cross Sectional
      Studi yang datanya berupa beberapa subyek pada kurun waktu tertentu dan dilakukan hanya satu tahap, studi ini untuk mengetahui hubungan komparatif beberapa subyek yang diteliti.
Studi time series
      Studi satu tahap yang datanya berupa data dalam rangkaian waktu tertentu
b.     Studi beberapa tahap
      Merupakan studi untuk mengetahui pola kecenderungan hubungan kausal-komparatif dan hubungan sebab akibat yang umumnya memerlukan lebih dari satu tahapan pengumpulan data

6.        PENGUKURAN CONSTRUCT

      Constuct dapat dukur dengan angka atau atribut yang menggunakan skala tertentu.  Skala pengukuran dalam penelitian dikategorikan sebagai berikut:
Skala Nominal:  skala pengukuran yang menyatakan kategori kelompok atau klasifikasi dari construct yang diukur dalam bentuk variabel.  Skala pengukuran nominal digunakan untuk menklasifikasi obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita mengklaisfikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. Kita tidak dapat melakukan operasi arimatika dengan angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karaktersitik tertentu.

Contoh:
      Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan jenis kelamin atau gender yaitu pria atau wanita yang bersifat kategorikal dapat diberi symbol angka-angka sebagai berikut: jawaban Wanita diberi angka 1 dan Pria  diberi angka 2.
Skala ordinal: skala pengukuran yang tidak hanya menyatakan kategori, tetapi juga menyatakan peringkat construct yang diukur. Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya.

Contoh:
      Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1,2,3,4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat,  tidak mengekspresikan jumlah.
      Skala ordinal untuk mengukur rangking kelas
      Skala interval: merupakan skala pengukuran yang menyatakan kategori, peringkat dan jarak construct. Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric. Contoh:
      Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan, misalnya: Bengukur kualitas pelayanan:
      1.  Sangat puas, 2 puas, 3 cukup puas, 4 kurang puas, 5 tidak puas.
      Skala rasio: merupaka skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlah dan mempunyai jarak yang sama.  Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut. Nilai absolult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya.
Contoh: Berat badan
METODE PENGUKURAN SIKAP
1.      Skala sederhana menggunakan skala nominal.  Skala sederhana dapat digunakan apabila pendidikan responden rendah, butir pertanyaan banyak
2.      Skala kategori adalah metode pengukuran sikap yang berisi beberapa alternatif kategori pendapat yang memungkinkan bagi responden untuk memberikan alternatif penilaian
3.      Skala likert: merupakan metode pengukuran sikap dengan menyatakan setuju atau ketidak setujuan terhadap subjek, objek atau kejadian tertentu.
4.      Skala perbedaan semantis: metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala penilaian tujuh butir yang menyatakan secara verbal dua kutub penilaian yang ekstrem.
5.      Skala Numeris: metode pengukuran yang serupa dengan skala perbedaan semantis tetpi memberikan numeris anatu penomoran yang terletak antara dua kutub tersebut
6.      Skala Grafis: metode pengukuran sikap yang disajikan dalam bentuk grafis atau gambar

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Cheap Web Hosting | Top Web Hosts | Great HTML Templates from easytemplates.com.