http://mitoyono.blogspot.com/

Halaman

Jumat, 31 Desember 2010

MAKALAH METODE PENELITIAN BAB V DESAIN PENELITIAN


BAB V
DESAIN PENELITIAN

Dalam memebuat perencanaan penelitian, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu:


1.        TUJUAN PENELITIAN

a.  Studi Eksplorasi atau studi penjajakan
      Dilakukan jika peneliti memiliki keterbatasan informasi mengenai masalah penelitian tertentu, karena penelitian-penelitian sebelumnya yang meneliti masalah tersebut relatif belum banyakdilakukan oleh peneliti yang lain. 
      Tujuan studi eksplorasi diantara adalah:
¨      Melakukan diagnosa terhadap fenomena tertentu
¨      Mengidentifikasi alternatif-alternatif
¨      Menemukan ide-ide baru

Studi eksplorasi dapat dikelompokkkan ke dalam empat kategori:
¨      Survei pengalaman
¨      Analisis data sekunder
¨      Metode studi kasus
¨      Uji coba (pilot study)

b.  Studi deskriptif
Dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena yang dimati.  Studi ini membantu peneliti untuk menjelaskan karakteristik subjek yang diteliti, mengkaji berbagai aspek dalam fenomena tertentu dan menawarkan ide masalah untuk pengujian atau penelitian selanjutnya.

c.  Studi pengujian hipotesis
      Studi pengujian hipotesis merupakan studi yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel.

2.        TIPE HUBUNGAN ANTAR VARIABEL

a.  Korelasional
      Hubungan atau asosiasi antar variabel yang satu dengan variabel yang lainnya yang bukan merupakan hubungan sebab akibat.
  1. Sebab akibat
      Hubungan yang menyatakan  bahwa variabel dependen dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen

3.        LINGKUNGAN STUDI

a.           Studi lapangan
      Merupakan tipe penelitian yang menguji hubungan korelasional antar variabel dengan kondisi lingkungan penelitian yang natural dan tingkat keterlibatan penelitian yang minimal.
b.          Eksperimen lapangan
      Merupakan tipe penelitian eksperimen yang dilakukan pada lingkungan yang alamiah .
  1.  Eksperimen laboratorium
      Merupakan tipe penelitian yang menguji hubungan sebab akibat pada lingkungan buatan (artifisial)

4.        UNIT ANALISIS

      Unit analisis ditentukan berdasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan penelitian, merupakan elemen yang penting dalam desain penelitian karena mempengaruhi proses pemilihan, pengumpulan dan analisis data.  Unit analisis bisa diklasifikasi sebagai berikut: unit analisis tingkat individual, tingkat kelompok dan tingkat organisasional

5.        HORISON WAKTU

Berdasarkan waktu, data penelitian bisa diklasifikasikan sebagai berikut:
a.   Studi satu tahap (one shot study)
   Penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan satu tahap sekaligus
       Studi Cross Sectional
      Studi yang datanya berupa beberapa subyek pada kurun waktu tertentu dan dilakukan hanya satu tahap, studi ini untuk mengetahui hubungan komparatif beberapa subyek yang diteliti.
Studi time series
      Studi satu tahap yang datanya berupa data dalam rangkaian waktu tertentu
b.     Studi beberapa tahap
      Merupakan studi untuk mengetahui pola kecenderungan hubungan kausal-komparatif dan hubungan sebab akibat yang umumnya memerlukan lebih dari satu tahapan pengumpulan data

6.        PENGUKURAN CONSTRUCT

      Constuct dapat dukur dengan angka atau atribut yang menggunakan skala tertentu.  Skala pengukuran dalam penelitian dikategorikan sebagai berikut:
Skala Nominal:  skala pengukuran yang menyatakan kategori kelompok atau klasifikasi dari construct yang diukur dalam bentuk variabel.  Skala pengukuran nominal digunakan untuk menklasifikasi obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita mengklaisfikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. Kita tidak dapat melakukan operasi arimatika dengan angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karaktersitik tertentu.

Contoh:
      Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan jenis kelamin atau gender yaitu pria atau wanita yang bersifat kategorikal dapat diberi symbol angka-angka sebagai berikut: jawaban Wanita diberi angka 1 dan Pria  diberi angka 2.
Skala ordinal: skala pengukuran yang tidak hanya menyatakan kategori, tetapi juga menyatakan peringkat construct yang diukur. Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya.

Contoh:
      Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1,2,3,4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat,  tidak mengekspresikan jumlah.
      Skala ordinal untuk mengukur rangking kelas
      Skala interval: merupakan skala pengukuran yang menyatakan kategori, peringkat dan jarak construct. Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric. Contoh:
      Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan, misalnya: Bengukur kualitas pelayanan:
      1.  Sangat puas, 2 puas, 3 cukup puas, 4 kurang puas, 5 tidak puas.
      Skala rasio: merupaka skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlah dan mempunyai jarak yang sama.  Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut. Nilai absolult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya.
Contoh: Berat badan
METODE PENGUKURAN SIKAP
1.      Skala sederhana menggunakan skala nominal.  Skala sederhana dapat digunakan apabila pendidikan responden rendah, butir pertanyaan banyak
2.      Skala kategori adalah metode pengukuran sikap yang berisi beberapa alternatif kategori pendapat yang memungkinkan bagi responden untuk memberikan alternatif penilaian
3.      Skala likert: merupakan metode pengukuran sikap dengan menyatakan setuju atau ketidak setujuan terhadap subjek, objek atau kejadian tertentu.
4.      Skala perbedaan semantis: metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala penilaian tujuh butir yang menyatakan secara verbal dua kutub penilaian yang ekstrem.
5.      Skala Numeris: metode pengukuran yang serupa dengan skala perbedaan semantis tetpi memberikan numeris anatu penomoran yang terletak antara dua kutub tersebut
6.      Skala Grafis: metode pengukuran sikap yang disajikan dalam bentuk grafis atau gambar
Read more »

MAKALAH METODE PENELITIAN BAB VI TEKNIK PENGAMBILAN DATA PENELITIAN


BAB VI
TEKNIK PENGAMBILAN DATA PENELITIAN

DATA PENELITIAN
  1. Kuantitatif menunjukkan jumlah atau banyaknya sesuatu
  2. Kualitatif merupakan data yang dikategorisasi tetapi tidak dapat dikuantitatifkan

    Definisi Istilah
Ada beberapa istilah yang berkaitan erat dengan cara pengambilan data penelitian  Diantaranya yaitu: 
a.      Populasi: populasi didefinisikan sebagai seperangkat unit analisa yang lengkap yang sedang diteliti.
b.      Elemen: elemen adalah unit dari mana data yang diperlukan dikumpulkan. Suatu elemen dapat dianalogikan dengan unit analisa. Suatu unit analisa dapat menunjukkan pada suatu organisasi, obyek, benda mati atau individu-individu.
c.       Sampel: sample merupakan sub dari seperangkat elemen yang dipilih untuk dipelajari.
d.      Subyek: adalah anggota dari sample
e.       Unit Sampling: unit sampling adalah elemen elemen yang berbeda / tidak tumpang tindih dari suatu populasi.  Suatu unit sampling dapat berupa suatu elemen individu atau seperangkat elemen.
f.        Kerangka Sampling: kerangka sampling merupakan representasi fisik obyek, individu, atau kelompok yang penting bagi pengembangan sample akhir yang dipelajari dan merupakan daftar sesungguhnya unit-unit sampling pada berbagai tahap dalam prosedur seleksi.
g.      Parameter dan Statistik: parameter berkaitan dengan gambaran singkat suatu variable yang dipilih dalam suatu populasi; sedang statistik adalah gambaran singkat dari variable yang dipilih dalam sample.
h.      Kesalahan Pengambilan Sampel: kesalahan pengambilan sample berkaitan dengan kesalahan prosedural dalam mengambil sample dan ketidak-tepatan dalam hubungannya dengan penggunaan statistik dalam mengestimasi parameter.
i.        Efisiensi Statistik dan Sampel: efisiensi statistik merupakan ukuran dalam membandingkan antara desain-desain sample dengan ukuran sample yang sama yang menilai desain yang mana yang dapat menghasilkan tingkat kesalahan standar estimasi yang lebih kecil. Efisiensi sample menunjuk pada suatu karakteristik dalam pengambilan sample yang menekankan adanya ketepatan tinggi dan biaya rendah per unit untuk mendapatkan setiap unit presisi yang tetap.
j.        Perencanaan Sampling: perencanaan sampling adalah spesifikasi formal metode dn prosedur yang akan digunakan untuk mengidentifikasi sample yang dipilih untuk tujuan studi.

CARA PENELITIAN:
Penelitian Sensus adalah pelelitian yang meneliti seluruh elemen dari populasi
Penelitian sampel adalah penelitian yang hanya meneliti sebagian dari elemen-elemen pupulasi
Anggota sampel adalah subyek
Alasan penelitian sample:
1.        Jika jumlah elemen populasi sangat banyak
2.        Kualitas data penelitian sample sering lebih baik dari penelitian sensus
3.        Proses penelitian lebih cepat dan relative lebih murah
4.        Dilakukan terutama pada penelitian yang bersifat merusak
Alasan Sensus
      Penelitian sensus dilakukan jika elemen-elemen populasi relatif sedikit dan variabilitas setiap elemen relatif tinggi (heterogen).
KRITERIA PEMILIHAN SAMPLE
Akurasi
Akurasi menunjuk pada sejauh mana statistik sampel dapat mengestimasi parameter populasi dengan tepat.  Akurasi berkaitan dengan tingkat keyakinan (confidence level).  Semakin akurat suatu sample semakin tinggi tingkat keyakinan statistic sample  mengestimasi parameter populasinya dengan tepat. 
Contoh: Confidence level 95% berarti akurasi statistic sample dapat mengestimasi parameter populasinya dengan benar adalah 95% dan probabilitas bahwa estimasi hasil penelitian tidak benar adalah 5 % yang dinyatakan dengan tingkat signifikansi (significance level) sebesar 0,05 (p 0,05)

Presisi
Sampel yang presisi adalah sejauh mana hasil penelitian berdasarkan sampel dapat merefleksikan realitas populasinya dengan teliti.  Presisi menunjukkan tingkat ketepatan hasil penelitian berdasarkan sample menggambarkan karakteristik populasinya yang sering dinyatakan dengan interval keyakinan dari sampel yang dipilih.

PROSES PENGAMBILAN SAMPEL
Proses pengambilan sample merupakan cara-cara kita dalam memilih sample untuk studi tertentu. Proses terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut:
a.      Tahap 1: Memilih Populasi
Proses awal ialah menentukan poplasi yang menarik untuk dipelajari. Suatu populasi yang baik ialah menckup rancangan eksplisit semua elemen yang terlibat; biasanya meliputi empat komponen, yaitu: elemen, unit sampling, keluasan skop dan waktu. Populasi: mahasiswa indonesia
b.      Tahap 2: Memilih Unit-Unit Sampling
      Unit-unit sampling adalah unit analisa dari mana sample diambil atau berasal. Karena kompleksitas penelitian dan banyaknya desain sample, maka pemilihan unit-unit sampling harus dilakukan dengan  seksama.
c.       Tahap 3: Memilih Kerangka Sampling
      Pemilihan kerangka sampling merupakan tahap yang penting karena jika kerangka sampling yang dipilih secara memadai tidak mewakili populasi, maka generalisasi hasil penelitian meragukan. Kerangka sampling dapat berupa daftar nama mahasiswa aktif di UMY
d.      Tahap 4: Memilih Desain Sampel
      Desain sample merupakan tipe metode atau pendekatan yang digunakan untuk memilih unit-unit analisa studi. Desain sample sebaiknya dipilih sesuai dengan tujuan penelitian.
e.       Tahap 5: Memilih Ukuran Sampel
      Ukuran sample tergantung beberapa factor yang mempengaruhi diantaranya ialah:
·         Homogenitas unit-unit sample: secara umum semakin mirip unit-unit sampel; dalam suatu populasi semakin kecil sample yang dibutuhkan untuk memperkirakan parameter-parameter populasi.
·         Kepercayaan: kepercayaan mengacu pada suatu tingkatan tertentu dimana peneliti ingin merasa yakin bahwa yang bersangkutan memperkirakan secara nyata parameter populasi yang benar. Semakin tinggi tingkat kepercayaan yang diingnkan, maka semakin besar ukuran sample yang diperlukan.
·         Presisi: presisi mengacu pada ukuran kesalahan standar estimasi. Unutk mendapatkan presisi yang besar dibutuhkan ukuran sampel yang besar pula.
·         Kekuatan  Statsitik: istilah ini mengacu pada adanya kemampuan mendeteksi perbedaan  dalam situasi pengujian hipotesis. Untuk mendpatkan kekuatan yang tinggi, peneliti memerlukan sample yang besar.
·         Prosedur Analisa: tipe prosedur analisa yang  dipilih untuk analisa data dapat juga mempengaruhi seleksi ukuran sample.
·         Biaya, Waktu dan Personil: Pemilihan ukuran sample juga harus memeprtimbangkan biaya, waktu dan personil. Sample besar akan menuntut biaya besar, waktu banyak dan personil besar juga.
f.        Memilih Rancangan Sampling: Rancangan sampling menentukan prosedur operasional dan metode untuk mendpatkan sample yang diinginkan. Jika dirancang dengan baik, rancangan sampling akan menuntun peneliti dalam memilih sample yang digunakan dalam studi, sehngga  kesalahan yang akan muncul dapat ditekan sekecil mungkin.
g.      Tahap Akhir : Memilih Sample ialah penentuan sample untuk digunakan pada proses penelitian berikutnya, yaitu koleksi data.

Desain Sampel
      Secara garis besar ad dua desin sample utama, yaitu Desain Probabilitas dan Desain Non-Probabilitas. Masing-masing kategor mempunyai sub-sub kategori yang lebih kecil. Dalam pembahasan ini, kita akan mulai dengan desain probabilitas.
  1. Pengambilan Sampel Secara Random Sederhana (Simple Random Sampling)
Cara pengambilan sample dengan teknik ini ialah dengan memberikan suatu nomor yang berbeda kepada setiap anggota populasi, kemudian memilih sample dengan menggunakan angka-angka random.
      Keuntungan menggunakan teknik ini ialah peneliti tidak membutuhkan pengetahuan tentang populasi sebelumnya; bebas dari kesalahan-kesalahan klasifikasi yang kemungkinan dapat terjadi; dan dengan mudah data dianalisa serta kesalahan-kesalahan dapat dihitung Kelemahan dalam teknik ini ialah: peneliti tidak dapat memanfaatkan pengetahuan yang dipunyainya tentang populasi dan tingkat kesalahan dalam penentuan ukuran sample lebih besar.
  1. Pengambilan Sampel Secara Random Sistematis (Systematic Random Sampling)
Teknik ini merupakan pengembangan teknik sebelumnya hanya bedanya teknik ini menggunakan urut-urutan alami. Caranya ialah pilih secara random dimulai dari antara angka 1 dan integer yang teredekat terhadap ratio sampling (N/n); kemudian pilih item-item dengan interval dari integer yang terdekat teradap ratio sampling.
Keuntungan menggunakan sample ini ialah peneliti menyederhanakan proses penarikan sample dan mudah di cek; dan menekan keaneka-ragaman sample.
Kerugiannya ialah apabila interval berhubungan dengan pengurutan periodic suatu populasi, maka akan terjadi keaneka-ragaman sample.
  1. Pengambilan Sampel Secara Random Bertahap (Random Multistage)
Desain ini merupakan variasi dari desain di atas tetapi lebih kompleks. Caranya ialah dengan menggunakan bentuk sample acak dengan sedikit-dikitnya dua tahap.
Keuntungannya ialah daftar sample,identifikasi, dan penomoran yang dibutuhkan hanya untuk para anggota dari unit sampling yang dipilih dalam sample. Jika unit sampling didefinisikan secara geografis akan lebih menghemat biayanya.
Kelemahannnya ialah tingkat kesalahan akan menjadi tinggi apabila jumlah sampling unit yang dipilih menurun.
d.     Teknik Pengambilan Sampel Secara Random Bertingkat (Stratified Random Sampling)
û  Proporsional
      Cara pengambilan sample dilakukan dengan menyeleksi setiap unit sampling yang sesuai dengan ukuran unit sampling. Keuntungannya ialah asepk representatifnya lebih meyakinkan sesuai dengan sifat-sifat ynag membentuk dasar unit-unit  yang mengklasifikasinya, sehingga mengurangi keanekaragamannya. Karakteristik-karakeristik masing-masing strata dapat diestimasikan sehingga dapat dibuat perbandingan. Kerugiannya ialah membutuhka informasi yang akurat pada proporsi populasi untuk masing-masing strata. Jika hal tersebut diabaikan maka kesalahan akan muncul.
û   Disporposional
      Strategi pengambilan sample sama dengan proporsional. Peberbedaanya ialah terletak pada ukuran sample yang tidak proporsional terhadap ukuran unit sampling karena untuk kepentingan pertimbangan analisa dan kesesuaian.
e.      Teknik Pengambilan Sample  Cluster
      Strategi pengambilan sample dilakukan dengan cara memilih unit-unit sampling dengan menggunakan formulir tertentu sampling acak, unit-unit akhir ialah kelompok-kelompok tertentu, pilih kelompok-kelompok tertsebut secara random dan hitung masing-masing  kelompok.
      Keuntungan menggunakan teknik ini ialah jika kluster-kluster didasarkan pada perbedaan geografis maka biaya penelitiannya menjadi lebih murah. Karakteristik kluster dan populasi dapat diestimasi.
      Kelemahannya ialah membutuhkan kemampuan untuk membedakan masing-masing anggota populasi secara unik terhadap kluster, yang akan menyebabkan kemungkinan adanya duplikasi atau penghilangan individu-individu tertentu.
f.        Repetisi: Mulitple atau Sequensial (berurutan)
      Dua sample atau lebih dari kluster di atas (F) diambil dengan menggunakan hasil-hasil dari sample yang lebih dahulu untuk merancang sample-sampel berikutnya. Keuntungan menggunakan teknik ini ialah memberikan estimasi karakteristik populasi ynag memfasilitasi perancangan yang efisien untuk sample-sampel berikutnya. Kelemahan teknik ini ialah penghitungan dn analisa akan dilakukan berulang-ulang. Sampling berurutan hanya dapat digunakan jika suatu sample yang kecil dapat mencerminkan populasinya.
g.      Desain Non Probabilitas
û  Penilaian (judgment):
      memilih sample dari suatu populasi didasarkan pada informasi yang tersedia, sehingga keterwakilannya terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan. Keuntungannya ialah unit-unit yang terakhir dipilih dapat dipilih sehingga mereka mempunyai banayak kemiripan. Kerugiannya ialah memunculkan keanekargaman dan bias estimasi terhadap populasi dan sample yang dipilihnya.
û   Kesesuaian (Convenience):
      Memilih unit-unit analisa dengan cara yang dianggap sesuai oleh peneliti. Keuntungannya ialah dapat dilakukan dengan cepat dan murah. Kelemahannya ialah mengandung sejumlah kesalahan sistematik dan varaibel-variabel yang tidak diketahui
û  Teknik Bola Salju (Snowball)
      Memilih unit-unit yang mempunyai karakterisitik langka dan unit-unit tambahan yang ditunjukkan oleh responden sebelumnya. Keuntungannya ialah hanya digunakan dalam situasi-situasi tertentu. Kelemahannya ialah keterwakilan dari karakteristik langka dapat tidak terlihat di sample yang sudah dipilih.
h.      Teknik Pengambilan Sample Kluster Bertsrata (Stratified Cluster)
      Cara menyeleksi sample dengan cara memilih kluster-kluster secara random untuk setiap unit sampling.  Keuntungannya ialah mengurangi keaneka-ragaman sampling kluster sederhana. Kelemahnnya ialah karakteristik-karaketristik kluster bisa berubah sehingga keuntungnnya dapat hilang karena itu tidak dapat dipakai untuk penelitiannya berikutnya.
KESALAHAN STATISTIK
Ada dua factor penyebab kesalahan statistic terjadi yaitu:
1.        Kesalahan Pemilihan sample (Sampling error)
a.        Kesalahan rerangka sample
      Kemungkinan rerangka sample belum memuat data terbaru atau memuat data lama yang sudah tidak valid
b.        Kesalahan unit sample
      Kesalahan dalam penentuan unit sample yang mungkin kurang mewakili karakteristik populasinya.
c.         Kesalahan pemilihan sample secara acak
      Kemungkinan kesalahan yang terjadi karena adanya variasi dalam pemilihan subyek sample secara acak
2.        Kesalahan sistematis
      Keslahan yang terjadi karena factor-faktor diluar proses pemilihan sample
a.        Kesalahan responden
b.        Nonresponse bias
c.         Respons bias
d.        kesalahan administrative
e.         Kesalahan pemrosesan data
f.          Kesalahan pewawancara/kecurangan pewawancara
Read more »

MAKALAH METODE PENELITIAN BAB VII SUMBER DAN METODE PENGUMPULAN DATA


BAB VII
SUMBER DAN METODE PENGUMPULAN DATA

Pengumpulan  data adalah tahap cukup menentukan  dalam proses penelitian, karena dengan pengumpulan data yang tepat maka diharapkan  jawaban dari perumusan masalah tidak bias. Data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian.
Sumber data ada dua yaitu:
1.      Data Sekunder: sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung
2.      Data Primer: merupakan sumber penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli

Data Sekunder
Data sekunder  merupakan data yang telah dihimpun oleh pihak lain untuk tujuan-tujuan tertentu.
Kelebihan data sekunder adalah:
û  Data sekunder lebih mudah dikumpulkan dan cepat karena sudah tersedia. 
û  Data sekunder dapat diperoleh dari perpustakaan, perusahaan-perusahaan, Busrsa efek jakarta.
û  Pengumpulan data sekunder lebih murah dibanding biaya pengumpulan data primer

Faktor yang dipertimbangan dalam mengumpulkan Data Sekunder
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan data sekunder adalah sebagai berikut:
a.      Jenis data yang dikumpulkan disesuaikan dengan tujuan penelitian.
b.      Kualitas Data sekunder

Manfaat Data Sekunder
Data sekunder dapat dipergunakan  untuk:
a.      Memahami Masalah: Data sekunder dapat digunakan sebagai sarana pendukung untuk memahami masalah yang akan kita teliti. Sebagai contoh apabila kita perilaku harga saham maka kita dapat melihat volatilitas harga saham dari data harga saham harian di Bursa Efek jakarta dan melihat faktor apa saja yang mempengaruhi harga saham

b.      Penjelasan Masalah: Data sekunder bermanfaat sekali untuk memperjelas masalah dan memahami persoalan yang akan diteliti.

c.       Formulasi Alternative-Alternative Penyelesaian Masalah yang Layak
Sebelum kita mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa alternative lain. Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa alternative lain yang mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan diteliti. Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan, maka peneyelesaian masalah akan menjadi jauh lebih mudah.

d.     Solusi Masalah: Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat memunculkan solusi permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan yang akan kita teliti akan mendapatkan jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder saja.

Cara Mengumpulkan Data Sekunder
Bagaimana kita mencari data sekunder? Dalam mencari data sekunder kita memerlukan strategi yang sistematis agar data yang kita peroleh sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Beberapa tahapan strategi pencarian data sekunder adalah sebagai berikut:

a.      Mengidentifikasi Kebutuhan
Sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu. identifikasi dapat dilakukan dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1) Apakah kita memerlukan data sekunder dalam menyelesaikan masalah yang akan diteliti? 2) Data sekunder seperti apa yang kita butuhkan? Identifikasi data sekunder yang kita butuhkan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya.
b.     Memilih Metode Pencarian
Kita perlu memilih metode pencarian data sekunder apakah itu akan dilakukan secara manual atau dilakukan secara online. Jika dilakukan secara manual, maka kita harus menentukan strategi pencarian dengan cara menspesifikasi lokasi data yang potensial, yaitu: lokasi internal dan / atau lokasi eksternal. Jika pencarian dilakukan secara online, maka kita perlu menentukan tipe strategi pencarian; kemudian kita memilih layanan-layanan penyedia informasi ataupun database yang cocok dengan masalah yang akan kita teliti.
c.       Menyaring dan Mengumpulkan Data
Setelah metode pencarian data sekunder kita tentukan, langkah berikutnya ialah melakukan penyaringan dan pengumpulan data. Penyaringan dilakukan agar kita hanya mendapatkan data sekunder yang sesuai saja, sedang yang tidak sesuai dapat kita abaikan. Setelah proses penyaringan selesai, maka pengumpulan data dapat dilaksanakan.
d.     Evaluasi Data
Data yang telah terkumpul perlu kita evaluasi terlebih dahulu, khususnya  berkaitan  dengan kualitas dan kecukupan data. Jika peneliti merasa bahwa kualitas data sudah dirasakan baik dan jumlah data sudah cukup, maka data tersebut dapat kita gunakan untuk menjawab masalah yang akan kita teliti.
e.       Menggunakan Data
Tahap terakhir strategi pencarian data ialah menggunakan data tersebut untuk menjawab masalah yang kita teliti. Jika data dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan, maka tindakan selanjutnya ialah menyelesaikan penelitian tersebut. Jika data tidak dapat digunakan untuk menjawab masalah, maka pencarian data sekunder harus dilakukan lagi dengan strategi yang sama.

Memilih Metode Pengambilan Data
Pengambilan data sekunder tidak boleh dilakukan secara sembarangan, oleh karena itu kita memerlukan metode tertentu. Cara-cara pengambilan data dapat dilakukan secara a) manual, b) online dan c) kombinasi manual dan online.

a.      Pencarian Secara Manual
Sampai saat ini masih banyak organisasi, perusahaan, kantor yang tidak mempunyai data base lengkap yang dapat diakses secara online. Oleh karena itu, kita masih perlu melakukan pencarian secara manual. Pencarian secara manual bisa menjadi sulit jika kita tidak tahu metodenya, karena banyaknya data sekunder yang tersedia dalam suatu organisasi, atau sebaliknya karena sedikitnya data yang ada. Cara yang paling efisien ialah dengan melihat buku indeks, daftar pustaka, referensi, dan literature yang sesuai dengan persoalan yang akan diteliti. Data sekunder dari sudut pandang peneliti dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu data internal data yang sudah tersedia di lapangan; dan data eksternal  data yang dapat diperoleh dari berbagai sumber lain.
·         Lokasi Internal: Lokasi internal dapat dibagi dua sebagai sumber informasi yang berasal dari database khusus dan database umum. Data base khusus biasanya berisi informasi penting perusahaan yang biasanyan dirahasiakan dan tidak disediakan untuk umum, misalnya, data akutansi, keuangan, sdm, data penjualan dan informasi penting lainnya yang hanya boleh diketahui oleh orang-orang tertentu di perusahaan tersebut. Data jenis ini akan banyak membantu dalam mendeteksi dan memberikan pemecahan terhadap masalah yang akan kita teliti di perusahaan tersebut.

Sebaliknya, database umum berisi data yang tidak bersifat rahasia bagi perusahaan dan boleh diketahui oleh umum. Data jenis ini biasanya dapat diketemukan di perpustakaan kantor / perusaahaan atau disimpan dalam  komputer yang dapat diakses secara umum. Data ini diperoleh dari luar perusahaan biasanya berbentuk dokumen-dokumen peraturan pemerintah mengenai perdagangan, berita, jurnal perusahaan, profil perusahaan dan data-data umum lainnya.
·         Lokasi Eksternal: Data eksternal dapat dicari dengan mudah karena biasanya data ini tersimpan di perpustakaan umum, perpustakaan kantor-kantor pemerintah atau swasta dan universitas, biro pusat statistik dan asosiasi perdagangan,  dan biasanya sudah dalam bentuk standar yang mudah dibaca, seperti petunjuk penelitian, daftar pustaka, ensiklopedi, kamus, buku indeks, buku data statistik dan buku-buku sejenis lainnya.

b.     Pencarian Secara Online
Dengan berkembangnya teknologi Internet maka munculah banyak data base yang menjual berbagai informasi bisnis maupun non-bisnis. Data base ini dikelola oleh sejumlah perusahaan jasa yang menyediakan informasi dan data untuk kepentingan bisinis maupun non-bisnis. Tujuannya ialah untuk memudahkan perusahaan, peneliti dan pengguna lainnya dalam mencari data.
 Pencarian secara online memberikan banyak keuntungan bagi peneliti, diantaranya ialah: a) hemat waktu: karena kita dapat melakukan hanya dengan duduk didepan komputer, b) ketuntasan: melalui media Internet dan portal tertentu kita dapat mengakses secara tuntas informasi yang tersedia kapan saja tanpa dibatasi waktu, c) Kesesuaian: peneliti dapat mencari sumber-sumber data dan informasi yang sesuai dengan mudah dan cepat, d)hemat biaya: dengan menghemat waktu dan cepat dalam memperoleh  informasi yang sesuai berarti kita banyak menghemat biaya.

Kriteria Dalam Mengevaluasi Data Sekunder
Ketepatan memilih data sekunder dapat dievaluasi dengan kriteria sebagai berikut:
·         Waktu Keberlakuan: Apakah data mempunyai keberlakuan waktu? Apakah data dapat kita peroleh pada saat diutuhkan. Jika saat dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan digunakan lagi untuk penelitian kita.
·         Kesesuaian: Apakah data sesuai dengan kebutuhan kita? Kesesuaian berhubungan dengan kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah yang sedang diteliti.
·         Ketepatan: Apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat dipercaya? Bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut?
·         Biaya: Berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut? Jika biaya jauh lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu menggunaknnya.

DATA PRIMER
Pengertian
Apakah data primer itu? Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui nara sumber atau dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan obyek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data. Data primer dapat diperoleh dengan cara survei daan observasi

Metode Survei

Metode survey ada dua yaitu:
1.    Wawancara
Teknik pengumpulan data yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian.
Wawancara bisa dilakukan dengan:
a.        Wawancara dengan Tatap Muka
Komunikasi langsung antara pewawancara yang mengajukan pertanyaan lisan dengan responden yang menjawab pertanyaan secara lisan. Pewawancara sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan secara tertulis sehingga pada saat melakukan wawancara yang bersangkutan tinggal membacakan dihadapan  responden. Sebaiknya dalam melakukan wawancara bangunlah hubungan yang tidak resmi agar responden merasa lebih leluasa dan enak dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.

b.        Wawancara dengan telpon
Komunikasi pewawancara dengan responden menggunakan media telekomunikasi.  Metode yang digunakan dapat terbuka atau rahasia tetapi jenis pertanyaannya sebaiknya menggunakan tipe terstruktur karena wawancara dengan menggunakan telepon dilakukan dengan cepat, terbatas waktunya, dan tidak ada tatap muka secara langsung sehingga menimbulkan suasana yang bersifat formal.
Keuntungan menggunakan teknik ini ialah data dapat dikumpulkan secara cepat dan efisien. Kelemahan metode ini ialah tidak semua orang mempunyai telepon, hal ini mengakibatkan pemilihan responden hanya didasarkan pada kepemilikan telepon saja. Karena kita tidak berhadapan muka dengan muka ada kemungkinan orang yang kita wawancarai berbeda dengan yang kita maksudkan.

2.    Kuisioner
Komunikasi peneliti dengan reponden dilakukan secara tertulis melalui kuisioner.
a.        Kuisioner secara personal
Komunikasi peneliti dengan reponden dilakukan secara tertulis melalui kuisioner yang disampaikan dan dikumpulkan langsung oleh peneliti.

b.        Kuisioner lewat pos
Kuisioner dikirim dengan menggunakan jasa pos.  teknik ini dapat didefinisikan sebagai pencarian informasi dengan menggunakan kuesioner yang dikirim kepada responden melalui surat. Keuntungan menggunakan media surat ini ialah peneliti dapat menanyakan banyak hal, responden mempunyai waktu untuk menjawab setiap pertanyaan. Kelemahan teknik ini ialah memakan waktu yang lama untuk mendapatkan kembali kuesioner yang sudah diisi, bahkan kadang jika kita mendapatkan responden yang malas menulis surat, kuesioner tersebut tidak akan dikirim kembali kepada kita. Kelemahan lainnya ialah karena kita tidak melakukan kontak langsung, jawaban yang ditulis dapat dikerjakan oleh orang yang bukan kita maksudkan.

c.         Kuisioner dengan mengunakan e-mail
Perkembangan teknologi memungkinkan peneliti melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dikirim melalui email (electronic mail) kepada responden. Teknik ini banyak dipakai dalam penelitian bisnis. Keuntungan teknik ini ialah peneliti dapat menjangkau responden yang jauh lokasinya bahkan beda kota ataupun negara. Kelemahan teknik ini ialah tidak semua orang mempunyai alamat email dan komputer yang tersambung dengan jaringan Internet.

METODE OBSERVASI

Metode pengumpulan data primer dalam penelitian ilmiah yang dilakukan dengan menggunakan proses pencatatan pola perilaku subyek, obyek atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti.  Tipe observasi yang dilakukan langsung oleh peneliti dinamakan dengan observasi langsung, sedangkan jika dilakukan dengan menggunakan alat Bantu disebut dengan observasi mekanik.  Kedua tipe tersebut bisa dilakukan tanpa sepengetahuan subyek yang diteliti atau dengan sepengetahuan subyek yang diteliti.

Observasi terhadap perilaku dan lingkungan sosial

Ada dua teknik yang bisa digunakan untuk melakukan observasi terhadap perilaku dan lingkungan social yaitu:
  1. Participant Observation
Peneliti meneliti dengan cara melibatkan diri atau menjadi bagian dari lingkungan social atau organisasi yang ditelitinya.
  1. Nonparticipant Observation
Peneliti melakukan observasi tanpa melibatkan diri atau menjadi bagian dari organisasi atau lingkungan social yang sedang diteliti.

 

Content Analysis

Content analysis merupakan metode pengumpulan data penelitian melalui teknik observasi dan analisis terhadap isi atau pesan dari suatu dokumen yang bertujuan untuk melakukan identifikasi terhadap karakteristik atau informasi spesifik yang terdapat pada suatu dokumen untuk menghasilkan deskripsi yang obyektif dan sistematik.

Observasi Mekanik

Observasi mekanik dalam penelitian bisnis digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi reaksi fisik atau bagian tubuh dari manusia.
Read more »



 
Cheap Web Hosting | Top Web Hosts | Great HTML Templates from easytemplates.com.